Visi dan Misi BPS
VISI
Pelopor data statistik terpercaya untuk semua
(the agent of trustworthy statistical data for all)
- Kata “pelopor”mempunyai makna bahwa BPS sebagai pencetus ide penyedia statistik terpercaya, sekaligus sebagai pelaku, pembina, dan pemberi advokasi dalam penyediaan statistik terpercaya.
- Kata “data statistik yang terpercaya” yaitu statistik yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
- Kata “untuk semua” dimaksudkan bahwa semua pihak mempunyai hak yang sama untuk mengakses data BPS (impartial).
MISI
-
Memperkuat landasan konstitusional dan oprasional lembaga statistik untuk menyelenggarakan statistik yang efektif dan efisien.
-
Menciptakan insan statistik yang kompeten dan propesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutahir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia.
-
Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.
-
Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.
-
Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
Landasan Hukum : Undang Undang No 16 Tahun 1997 tentang Statistik (baca disini)
Nilai-nilai inti (core values) BPS terdiri atas :
- Profesional
- Integritas
- Amanah
untuk menunjang nilai-nilai inti itulah maka diperlukan kode etik statistik.
Kode Etik Statistik terdiri dari:
- Independen : statistik yang tidak terpengaruh dan dipengaruhi oleh pihak manapun;
- Kerahasiaan : statistik yang didasari oleh prinsip kerahasiaan data individu responden;
- Tidak memihak: statistik yang didasari pada prinsip ketidakberpihakan;
- Standar profesional: statistik yang didasari prinsip-prinsip sains dan etika profesional, dalam hal metodologi dan prosedur untuk pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyajian, dan interpretasi data;
- Pencegahan dari penyalahgunaan : statistik yang terhindar dari penyalahgunaan dan interpretasi yang salah;
- Obyektif : statistik yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
- Relevan : statistik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna data;
- Akurat : statistik yang mampu secara tepat menggambarkan keadaan yang diukur;
- Tepat waktu : statistik terkini, dan disajikan tidak terlambat;
- Konsisten : statistik yang memiliki kesesuaian antar variabel yang saling terkait;
- Terjangkau : statistik yang mudah diakses dan murah;
- Mudah ditafsirkan : statistik yang sederhana, dan mudah dipahami oleh pengguna data;
- Tidak membebani responden : statistik diperoleh dengan pendataan yang tidak terlalu menyita waktu responden, baik lamanya waktu wawancara maupun frekuensi survei










