Sensus Ekonomi 2006 (SE2006)

E-mail Cetak PDF
GAMBARAN UMUM

Banyak hal yang terjadi selama 10 tahun terakhir ini seperti : krisis ekonomi, otonomi daerah, penanganan paska krisis, perubahan industri dan lain-lain. Krisis ekonomi dan penanganan paska krisis sangat berpengaruh terhadap perubahan struktur ekonomi nasional dan regional, baik dalam skala usaha, perpencaran usaha maupun kepemilikan usaha. Otonomi daerah
memberi pengaruh terhadap kreativitas dan intensitas daerah dalam membangun dan mengembangkan aktifitas ekonomi di wilayahnya masingmasing. Kebijakan regional dalam otonomi daerah akan sangat berpengaruh terhadap insentif pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah. Pertumbuhan dan perubahan kegiatan usaha ekonomi dalam berbagai skala: mikro, kecil, menengah dan usaha besar, perlu diketahui secara seksama untuk perencanaan dan evaluasi hasil pembangunan. Demikian juga peta usaha, database dan direktori  usaha/perusahaan yang lengkap, rinci dan up to date sangat diperlukan untuk menggambarkan potensi dan perkembangan kegiatan ekonomi di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dalam melakukan survei bidang ekonomi diperlukan populasi usaha/perusahaan yang lengkap, akurat, terpercaya dan terkini untuk mendapatkan kerangka sampel. Tanpa adanya populasi ini, terlalu mahal biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan penelitian dan perencanaan ekonomi. SENSUS EKONOMI 2006 (SE06) Mengacu kepada Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, BPS diamanatkan agar menyelenggarakan Sensus Ekonomi sekali dalam sepuluh tahun pada setiap tahun berakhiran 6 (enam). Indonesia pernah melaksanakan Sensus Ekonomi terakhir tahun 1996 (10 tahun yang lalu), sementara jika  dibandingkan dengan Jepang, mereka melakukannya dua kali dalam setiap lima tahun. Sensus Ekonomi 1996 akan menjadi pembanding terhadap potret keadaan ekonomi sekarang.

Sensus Ekonomi 2006 (SE06) yang akan diselenggarakan BPS sekarang merupakan Sensus Ekonomi keempat. Sejumlah pertanyaan yang digunakan akan dapat menjawab berbagai perubahan fenomena seperti yang digambarkan diatas. Informasi ini akan bermanfaat sebagai evaluasi kinerja dan untuk perencanaan pembangunan ke depan. Oleh karena itu Sensus
Ekonomi 2006 mutlak untuk disukseskan oleh Pemerintah dan masyarakat. Sensus Ekonomi 2006 akan menyajikan data dasar tentang kegiatan ekonomi di Indonesia yang mencakup jumlah, karakteristik usaha dari semua skala usaha yang bergerak di sektor ekonomi. Demikian juga permasalahan dan hambatan usaha di semua sektor, di semua skala usaha dan di semua wilayah sampai wilayah terkecil desa. 

MANFAAT SE06

Manfaat SE06 bagi Dunia Usaha adalah sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha, pangsa pasar, potensi pasar, jumlah usaha sejenis, dan skala usaha. Bagi Pemerintah sebagai dasar perencanaan ekonomi, mengetahui potensi ekonomi, peta penyebaran usaha tiap sektor usaha, penyerapan tenaga kerja, dan nilai tambah (value added). Bagi masyarakat, manfaat SE06 adalah sebagai dasar penelitian dan pengkajian kinerja ekonomi bangsa dan pengembangannya.

KAPAN DILAKSANAKAN
Kegiatan persiapan Sensus Ekonomi 2006 sudah dimulai sejak tahun 2004 dengan mengadakan uji-coba . Pada bulan Mei – Juni 2006 akan dilakukan pendataan usaha/perusahaan secara serentak di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Sedangkan pendataan perusahaan/usaha secara rinci akan dilakukan pada tahun 2007 . Untuk kegiatan ini dilibatkan sebanyak 243 000 orang petugas lapangan (hampir seperempat juta orang), diantaranya yang terbesar adalah dari masyarakat. Kepada para petugas pencacah, sebelum terjun ke lapangan, mereka akan dilatih selama 2-3 hari tentang konsep dan definisi agar memiliki pemahaman bahasa yang sama. Belajar tata cara pengisian, pengkodean klasifikasi usaha, penetapan wilayah kerja untuk tidak tumpang tindih atau mungkin tidak tercakup.

CAKUPAN SE06
Kegiatan ini mencakup semua sektor (kecuali pertanian yang sudah dicacah dalam Sensus pertanian 2003 yang lalu). Sektor yang dicakup yaitu: Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas, dan Air; Konstruksi; Perdagangan, Hotel, dan Restoran; Angkutan, komunikasi dan Penggudangan; Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; Jasa Sosial,
Hiburan dan Perorangan. Pekerjaan ini berskala besar, melibatkan masyarakat luas, melibatkan banyak pencacah, banyak tahapan yang harus ditempuh dan cakupan yang sangat luas di seluruh wilayah Indonesia. Diperlukan kerjasama yang erat dari semua pihak: Pemerintah Daerah, Asosiasi, Pengusaha, Pekerja, Pencacah, dan Pelaksana agar pekerjaan besar ini erjalan baik dan berhasil. Kegiatan ini bukan hanya untuk BPS semata, tetapi ini adalah tugas negara yang harus kita emban bersama sesuai dengan perannya masing-masing. DATA YANG DITANYAKAN OLEH PETUGAS SENSUS
Pertanyaan yang diajukan meliputi: Nama dan alamat usaha, jenis kegiatan, jumlah tenaga kerja, barang/jasa yang dihasilkan, aset dan omset. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan dicatat oleh petugas lapangan dalam kuesioner/daftar isian yang disebut SE06-L1 dan SE06-L2.


 

Hasil Pendaftaran Perusahaan/Usaha di Indonesia Tahun 2006
  1. Hasil final pendaftaran (listing) perusahaan/usaha Sensus Ekonomi (SE06) menunjukkan bahwa jumlah seluruh perusahaan/usaha di luar sektor pertanian tercatat sebanyak 22,7 juta, yang terdiri dari 9,8 juta (43,03 persen) berusaha pada lokasi tidak permanen dan 12,9 juta (56,97 persen) berusaha pada lokasi permanen. Dibandingkan tahun 1996, jumlah perusahaan/usaha meningkat 6,3 juta, atau 3,32 persen per tahun.
  2. Berdasarkan skala usaha, sebagian besar perusahaan/usaha merupakan Usaha Mikro (UM) dan Usaha Kecil (UK), dengan persentase masing-masing 83,43 persen dan 15,84 persen. Sedangkan jumlah perusahaan/usaha yang merupakan Usaha Menengah dan Besar (UMB) hanya 166,4 ribu atau tidak lebih dari satu persen terhadap seluruh perusahaan/usaha.
  3. Jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 50 juta orang. Sekitar 38,7 juta orang  (77 persen) bekerja pada perusahaan/usaha dengan lokasi permanen, sementara sisanya bekerja pada perusahaan/usaha di lokasi tidak permanen. Menurut skala usaha, 62,68 persen bekerja pada usaha mikro, 21,91 persen pada usaha kecil, 5,39 persen pada usaha menengah, dan 10,02 persen pada usaha besar.
  4. Pulau Jawa mendominasi jumlah perusahaan/usaha sebanyak 14,5 juta (64 persen) diikuti oleh Pulau Sumatera dengan jumlah perusahaan/usaha sebanyak 4,0 juta (18 persen).
  5. Menurut lapangan usaha perdagangan besar dan eceran merupakan kegiatan ekonomi terbesar, mencapai 10,3 juta perusahaan/usaha (45 persen) diikuti industri pengolahan dan hotel, penginapan dan rumah makan minum yang masing–masing mencapai 3,2 juta perusahaan/usaha (14,17 persen) dan 3,0 juta perusahaan/usaha (13,26 persen).

 

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 26 Agustus 2010 22:13 )  

Translate

Indonesian English French German Italian Russian Spanish
IMG_1495.jpg

Link Terkait

Stiatistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday140
mod_vvisit_counterYesterday303
mod_vvisit_counterLast month6564
mod_vvisit_counterAll days188254

online (20 minute ago): 8
Your IP: 38.107.179.241
,
Today: Mei 17, 2012