Sensus Sapi Menuju Swasembada daging

E-mail Cetak PDF

rusmanKementerian Pertanian baru-baru ini menyiapkan dana sekitar Rp203 miliar guna mencapai swasembada daging sapi pada tahun 2014 melalui kerjasama dengan Badan Pusat Statistik untuk sensus ternak mulai Juni hingga Desember 2011.  "Sensus akan dilakukan terhadap populasi sapi potong, sapi perah, dan kerbau dengan anggaran Rp 203 miliar," kata Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso melalui wawancara dengan wartawan Media Indonesia di sela-sela penandatanganan MoU sensus ternak di kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta.  Dengan adanya sensus hewan ternak pemerintah diharapkan bisa mengevaluasi dan merencanakan lebih lanjut untuk populasi hewan ternak ruminansia besar untuk program swasembada daging sapi pada 2014.

 

Sensus akan dimulai pada tanggal 1 Juni mendatang dengan sasaran sensus ditingkat kabupaten dan kota-kota Propinsi diseluruh Indonesia. Untuk sensus populasi ternak itu sendiri BPS dan Kementan menerjunkan 110 ribu petugas dilapangan. Berdasarkan data BPS mengenai produksi dan konsumsi daging sapi pada 2010, penyediaan produksi daging dari dalam negeri sebanyak 435,3 ribu ton. Jika jumlah penduduk sekitar 237,6 juta jiwa, maka kebutuhan daging sebesar 510,2 ribu ton, sehingga Indonesia masih harus impor 74,9 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan. Tren impor daging sapi sendiri memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data BPS, pada 2008 Indonesia hanya mengimpor 45,6 ribu ton, tahun 2009 sebanyak 67,9 ribu ton, dan 2010 sebanyak 74,9 ribu ton.  Sementara untuk 2011, Kementan sendiri memproyeksikan terjadi penurunan volume impor daging sapi menjadi 50 ribu ton dan kuota maksimal 67 ribu ton.  Saat ini Indonesia dianggap belum swasembada daging sapi dikarenakan guna memenuhi kebutuhan daging sapi Indonesia masih mengimpornya . Karena itu jika tidak ada program cepat untuk mencapai swasembada, kecenderungan kebutuhan daging dari impor akan makin tinggi. Sensus ini diharapkan bisa mengakurasikan data yang menjamin operasional Kementan menuju swasembada daging sapi 2014.

Khusus di Kabupaten Sukabumi, Sensus Sapi yang kemudian diberi nama menjadi PSPK (Pendataan Sapi Perah dan Kerbau) akan melibatkan petugas sebanyak 473 orang yang terdiri dari pencacah lapangan (330 orang), pemeriksa/pengawas (92 orang), dan koordinator statistik kecamatan (47 orang). Pelatihan petugas berjenjang mulai dari instruktur nasional, instruktur daerah, dan pelatihan petugas. Rencananya semua petugas akan dilatih selama satu hari efektif. Pelaksanaan pelatihan akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei dan pada awal Juni sudah mulai melakukan pendataan di lapangan.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 25 April 2011 09:30 )  

Translate

Indonesian English French German Italian Russian Spanish
IMG_1491.jpg

Link Terkait

Stiatistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday118
mod_vvisit_counterYesterday303
mod_vvisit_counterLast month6564
mod_vvisit_counterAll days188232

online (20 minute ago): 15
Your IP: 38.107.179.242
,
Today: Mei 17, 2012