Catatan tentang jumlah penduduk ketika zaman belanda memang sangat mustahil untuk didapatkan. Hal ini karena keterbatasan sarana dan pegetahuan pada waktu tersebut. Tapi menurut catatan sejarah, di Hindia Belanda (sebutan terhadap negara kita pada waktu penjajahan) sempat diadakan sensus penduduk. Tepatnya pada tahun 1930. Berdasarkan data yang diperoleh dari buku VOLKSTELLING VOL 8, ternyata jumlah penduduk Jawa Barat (masih termasuk Banten) pada tahun 1920 berjumlah 9.627.260 orang dengan jumlah laki-lakinya sebanyak 4.738.334 dan perempuannya sebanyak 4.888.926 orang. Kala itu sex rationya masih 96,92 dimana jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki. Pada tahun 1930 (Sensus Penduduk pertama dijaman Belanda) jumlah penduduk Jawa Barat ketika itu berjumlah 10.586.244 orang dengan sex ratio sebesar 95,61.
Pada waktu itu jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi berjumlah 626.959 orang dengan penduduk laki-lakinya sebanyak 311.617 dan perempuan berjumlah 315.342. Ketika jaman kolonial tersebut tercatat penduduk warga negara eropa yang tinggal di Kabupaten Sukabumi sekitar 909 orang (559 orang laki-laki dan 350 orang perempuan). Sedangkan penduduk keturunan Cina yang tinggal di kabupaten Sukabumi kala itu berjumlah 3742 dengan 2178 penduduk laki-laki dan sisanya yaitu 1564 adalah perempuan. Pada waktu sensus pertama itu juga diketahui bahwa ada sekitar 127 orang penduduk sukabumi yang bukan etnis sunda.
Khusus untuk Kota Sukabumi penduduk pada waktu tahun 1930 berjumlah 34.191 orang dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 17.121 orang dan perempuan berjumlah 17.070 orang. Dari sumber yang sama, ternyata pada tahun 1920 penduduk Kota Sukabumi sudah terpantau populasinya. Pada waktu itu jumlah penduduknya berjumlah 23.533 orang. Dalam kurun waktu 1920 s.d. 1930 pertumbuhan penduduk rata-rata tiap tahunnya adalah 2.40 persen.












